Jember Kota Pandhalungan

Tiga Bulan Bersama Bupati Faida dan Wabup Muqit Arief

Tiga Bulan Bersama Bupati Faida dan Wabup Muqit Arief

Membangun Dari Pinggiran, Dengan Kebersamaan dan Sinergitas, Berdasarkan Data dan Fakta, Sebagai Wujud Kerja Nyata.

slider 100 hari

Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember, pada tanggal 17 Pebruari 2016, di Gedung Grahadi, Surabaya, dr. Hj. Faida MMR., dan Drs. KH. A. Muqit Arief, berusaha untuk terus berbuat dan berbuat demi kepentingan masyarakat, sebagaimana janji yang disampaikan pada masa kampanye pilkada lalu. Ini bisa dilihat, hampir di setiap kegiatan yang digelar, Bupati Faida dan Wakil Bupati Muqit Arief, selalu memberikan penekanan agar bekerja bersama-sama secara gotong royong dan tidak mengedepankan kepentingan sektoral (ego sektoral).

Karena hanya dengan kebersamaanlah, semua masalah akan lebih mudah diselesaikan. Bupati dan Wakil Bupati selalu menekankan dan berharap, agar pelaksanaan pembangunan tidak didasarkan atas keinginan untuk membuat Bupati dan Wakil Bupati senang, tapi pembangunan dilaksanakan harus senantiasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati hasil pemilihan kepala daerah tahun 2015 itu, tidak pernah melihat 100 hari sebagai standar keberhasilan dalam menjalankan amanah rakyat. Mengingat, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati, selama lima tahun, dari tahun 2016 2021.

Ada satu penekanan yan kerap digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati dalam setiap kegiatannya yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Pernyataan yang disampaikan dan dijadikan acuan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sebagai abdi masyarakat adalah, Bicara dengan Data, Bekerja dengan Rencana, Menganalisa dengan Fakta.

Dengan berpegangan pada prinsip itu, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Faida dan Wabup Muqit Arief, memulai pelaksanaan program pembangunannya dari pelosok desa. Strategi pembangunan ini dipilih dan dilaksanakan, karena Membangun Jember Sejatinya Membangun Sumber Daya Manusia.

Dengan modal demi kemaslahatan orang banyak, keduanya tidak segan-segan untuk terus turun lapangan, guna mengetahui secara langsung sejauh mana keadaan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat. Saat turun lapangan-pun, Bupati dan Wakil Bupati dipastikan selalu mengajak SKPD terkait.
Mengapa demikian?, Karena hanya dengan cara ini, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), bisa ikut melihat langsung tentang kondisi yang ada di lapangan, dan setidaknya bisa langsung segera mengambil langkah untuk penanganannya.

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilihat dalam rangka sinergisitas kerja antar SKPD di lingkungan Pemkab Jember. Misalnya, dalam kunjungannya ke Kecamatan Rambipuji, Bupati Faida, mengajak serta beberapa kepala dinas terkait. Di tempat kunjungan, diberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung, mulai dari KTP, KK, sampai usaha kecil kerajinan yang ditekuni masyarakat.

Demikian halnya dengan kegiatan yang sama di Kecamatan Tempurejo. Saat turun di tengah-tengah masyarakat bersama sejumlah dinas terkait, Bupati Faida menyaksikan secara langsung kegiatan pemberian layanan kepada masyarakat.

Ada satu pegangan yang tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Jember. Kepada seluruh unit kerja, Bupati dan Wakil Bupati, senantiasa menekankan, agar dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, harus selalu berpedoman kepada, Baik Tujuannya, Benar Hukumnya, dan Betul Caranya.

Selain daripada itu, bupati dan wakil bupati, berusaha untuk selalu melibatkan masyarakat dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan. Pelibatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dirasa sangat penting, karena tanpa adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, maka keberadaan seorang Bupati dan Wakil Bupati, sehebat apapun sosoknya, tidak akan banyak berarti. 

Kepada seluruh masyarakat, diminta untuk terus menggalakkan semangat gotong royong. Karena hanya dengan cara itulah, semua permasalahan, akan lebih mudah diselesaikan.
Bupati dr. Hj. Faida MMR., dan Wakil Bupati, Drs. KH. A. Muqit Arief, memang bukan manusia super (superman) yang bisa merubah Kabupaten Jember dalam waktu sekejap. Dibutuhkan proses dan tahapan, agar semua masalah yang ada di tengah masyarakat bisa diselesaikan dengan baik.
Seratus (100) hari kerja tidak bisa dijadikan barometer untuk menentukan keberhasilan sebuah pemerintahan, mengingat masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati, tidak sependek itu, tapi lima tahun. Karena itu, bagi Bupati Faida dan Wakil Bupati Muqit Arief, yang terpenting bagaimana program pembangunan yang dimulai dengan Membangun dari Pinggiran bisa berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Kompleksitas persoalan yang dihadapi Kabupaten Jember, mengharuskan semua komponen, baik unsur pemerintahan maupun masyarakat harus mampu menjalin sinergisitas kinerja. Hanya dengan cara itu, semua masalah dan berbagai persoalan yang ada, akan lebih mudah diselesaikan sebagaimana harapan yang tertuang dalam 22 Janji Kerja.
Bupati dr. Hj. Faida MMR., dan Wakil Bupati Drs. KH. A. Muqit Arief, yang sampai 100 hari pertama dinilai belum merealisasikan janji kerjanya, berusaha untuk menunggu selesainya Pematangan RPJMD. Itu dilakukan karena Indikator Pembangunan Harus Terukur dan Terarah Disesuaikan dengan 22 Janji Kerja.
Begitupun untuk pengelolaan pemerintahan harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel, bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme. Namun demikian, masyarakat diminta agar bersama-sama untuk melakukan pengawasan di lapangan, sehingga uang rakyat yang digunakan benar-benar terealisasi sesuai aturan yang berlaku.
Ada beberapa hal yang bisa dilihat dari kinerja pemerintahan Bupati Jember periode 2016-2021. Terhitung sejak dilantiknya, dr. Hj. Faida MMR., dan Drs. KH. A. Muqit Arief, sebagai Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember, beberapa kemajuan sudah berhasil dicapai.
Meski belum bisa dikatakan sempurna atau menyeluruh, karena masa jabatan bupati dan wakil bupati selama 5 tahun, namun setidaknya dalam tiga bulan semenjak beliau dilantik, pemerintahan Bupati Faida dan Wabup Muqit, sudah dapat membuktikan dan melakukan kerja nyata, dengan hasil yang sudah bisa terlihat, bahkan telah dapat dinikmati oleh masyarakat.
Ada data yang bisa dibuat sebagai acuan dalam menilai pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Jember, di bawah kepemimpinan dr Faida MMR dan Drs KH Muqit Arief. Tercatat sampai dengan tanggal 17 Pebruari 2016, realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp 152.136.646.103,00 (7.00%) dan belanja langsung sebesar Rp 13.754.620.832,00 (1.00%).
Sesuai data yang ada, sampai dengan tanggal 23 Mei 2016, realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp 475.815.988.988,05 (21,88%). Sedang untuk belanja langsung sebesar Rp 186.709.426.877,60 (13%).
Jika dibandingkan dengan serapan anggaran yang terjadi pada periode tanggal 17 Pebruari sampai 23 Mei 2016, maka dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, terjadi kenaikan penyerapan anggaran sebesar 15% untuk belanja tidak langsung dan 13% untuk belanja langsung.
Kenaikan penyerapan ini sebenarnya bisa lebih siginifikan, kalau seandainya Alokasi Dana Desa sebesar Rp 186.638.986.450 dan ADD Dana Transfer sebesar Rp 160.346.922.000, dapat terserap sesuai jadual yang telah ditentukan. Hanya saja, sampai saat ini Dana Desa maupun ADD Dana Transfer itu, belum terserap.
Keterlambatan penyerapan dana untuk pemerintah desa, karena disamping adanya beberapa perubahan regulasi yang mengharuskan dilakukan penyesuaian, juga terdapat sejumlan persyaratan yang belum dipenuhi oleh pemerintah desa. Hal yang seperti ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Jember, tapi pada sebagian besar kabupaten di Indonesia, mengalami permasalahan yang sama.
Namun demikian, untuk memenuhi harapan masyarakat secara luas, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember, berusaha untuk terus dan tetap melaksanakan program pembanguan, di tengah keterbatasan. Hasilnya, meski belum sepenuhnya bisa memenuhi harapan masyarakat, namun setidaknya sudah bisa dinikmati.
Dalam setiap kesempatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember selalu memberikan penekanan tugas bahwa Pemberian layanan kepada masyarakat oleh pemerintah merupakan sebuah keharusan yang mesti dilakukan, sebagaimana diamanatkan undang-undang, selain juga merupakan kewajiban. Keharusan ini berlaku untuk semua penyelenggara pemerintahan yang nota bene juga sebagai pelayan masyarakat.
Layanan administrasi kependudukan (adminduk), juga tidak luput dari perhatian Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember, beliau senantiasa menekankan bahwa pelayanan adminduk haruslah dilakukan sebagaimana harapan masyarakat, yakni mudah dan cepat tidak berbelit-belit. Dan akan lebih baik lagi kalau misalnya, dalam rangka pemberian layanan kepada masyarakat ini, unit kerja sekali waktu bisa turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, sehingga keinginan dan harapan dari masyarakat akan bisa didengar dan diketahui secara langsung.
Pola seperti ini akan lebih efektif dan bahkan disambut dengan senang hati oleh masyarakat, karena mereka merasa diperhatikan, Hal ini terbukti ketika kegiatan turun ke bawah yang dilakukan Bupati Faida dan Wakil Bupati Muqit Arief, dengan model blusukan yang dikemas dengan acara Bupati ngantor di Desa”, sangat diapresiasi oleh masyarakat. Dalam kegiatan ini terlihat, bahwa layanan adminduk secara gratis yang diberikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Dari data yang ada, layanan langsung adminduk yang telah dilakukan di 12 (dua belas) desa/kelurahan (Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat, Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, Desa Sumberbringin Kecamatan Sukowono, Desa Garahan Kecamatan Silo, Desa Jambe Arum Kecamatan Sumberjambe, Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo, Desa Karangharjo Kecamatan Silo, Desa Jatisari Kecamatan Jenggawah, Desa Grenden Kecamatan Puger, Desa Puger Kulon Kecamatan Puger, dan Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang. Diperoleh jumlah layanan sebagai berikut : Kartu Keluarga sebanyak 2.246 lembar, KTP Elektronik sebanyak 2.550 keping dan Akta Kelahiran sebanyak 4.030 lembar.
Sementara itu, untuk lebih mengetahui secara riil tentang kehidupan masyarakat termasuk juga persoalan-persoalan yang terjadi pedesaan, Bupati Faida maupun Wakil Bupati Muqit Arief, tidak segan-segan untuk turun secara langsung dan diantara kunjungan lapang yang pernah dilakukan Bupati Faida yaitu mengunjungi Koperasi Wanita Mekarsari di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji. Kunjungan yang dilakukan ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung kinerja, serta kegiatan pelatihan anyaman bambu dan sentra kerajinan Anyaman Bambu yang ada di desa tersebut.
Ada beberapa hal yang dilakukan dan didapat dari kunjungan ke desa tersebut. Itu antara lain, memberikan bantuan bambu dan bibit bambu pring tali kepada pengrajin bambu yang ada di desa itu. Dari kunjungan lapangan ini juga berhasil didapat data jumlah pengrajin anyaman bambu yang ada di Desa Nogosari sebanyak 280 orang.
Jumlah pengrajin sebanyak itu, sudah barang tentu sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah. Bantuan yang dibutuhkan, bisa dalam bentuk bahan baku untuk kerajinan, fasilitas permodalan, maupun pelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas kerajinan yang dihasilkan.
Karena itu, kepada dinas terkait, bupati meminta untuk menindaklanjuti hasil kunjungan dan pendataan yang sudah dilakukan di Desa Nogosari. Sehingga dengan begitu, keahlian mereka dalam membuat anyaman bambu, setidaknya bisa dijadikan penopang kehidupannya atau dengan kata lain kesejahterannya bisa lebih baik.
Namun begitu, kegiatan turun lapangan yang dilakukan bupati ini, perlu adanya tindak lanjut dan tidak hanya sebatas meninjau dan tidak ada kejelasan lanjutannya. Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM yang berkaitan langsung dengan urusan ini, akan mengupayakan Koperasi Wanita Mekarsari untuk mendapatkan fasilitas permodalan atau kredit lunak Koperasi Usaha Rakyat (KUR).
Pada Sektor Pertanian, dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan atau 100 hari pertama, Pemkab Jember melalui Dinas Pertanian, sudah berhasil mengembangkan kegiatan pembenihan, diantaranya, penanaman bibit Durian sebanyak 240 bibit di enam titik lokasi, penanaman bibit Sirsat sebanyak 605 bibit di sembilan titik lokasi, penanaman bibit Alpukat sebanyak 273 bibit di empat titik lokasi, serta penanaman bibit Jeruk sebanyak 270 bibit di tujuh titik lokasi dan bibit Buah Naga sebanyak 1.055 bibit di tiga titik lokasi.
Pada kegiatan yang lain, dalam kurun waktu yang sama, Dinas Pertanian Pemkab Jember juga telah menyalurkan bantuan benih padi, kedelai dan pupuk. Untuk bantuan benih padi diberikan diberikan kepada empat kelompok tani, masing-masing mendapatkan 125 kilogram. Serta pemberian bantuan benih kedelai kepada tiga kelompok tani, yang masing-masing sebanyak 40 kilogram dan bantuan pupuk diberikan kepada tiga kelompok tani, masing-masing sebanyak 200 kilogram.
Pada sektor peternakan dan perikanan, Pemkab Jember melalui Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disperikel), terhitung sejak dilantiknya Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember yang baru, dr Faida MMR dan Drs KH Muqit Arief, pada tanggal 17 Pebruari, telah melakukan sejumlah kegiatan pembangunan. Kendati belum bisa menjangkau seluruh program yang dicanangkan, karena adanya sejumlah keterbatasan, namun setidaknya hasilnya sudah bisa dilihat.
Diantara kegiatan yang sudah dilakukan adalah, memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan ternak secara gratis, pelayanan inseminasi buatan, pendataan kartu nelayan, pendataan KUB Perikanan, inventarisasi dan pemasaran hasil produk peternakan terpadu. Dan dalam upaya pendayagunaan sumberdaya ikan telah dilakukan pula kegiatan penebaran benih ikan nila sebanyak 25.000 ekor, dan ikan tawes sebanyak 30.000 ekor, serta pelepasan Tukik sebanyak 380 ekor.
Upaya mewujudkan kedaulatan pangan dalam rangka mewujudkan Jember Mandiri, Pemkab Jember, melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut), melakukan kegiatan peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan dan kehutanan. Diantara yang dilakukan, adalah kegiatan pengembangan hasil hutan non kayu yang dilaksanakan di tiga lokasi desa (Seputih, Kamal, dan Cumedak), melalui pengembangan budidaya tanaman porang dengan pola wana tani dan tanaman obat-obatan berupa kapulaga dengan pola wana farma di bawah tegakan hutan rakyat dengan total areal seluas, 11 hektar.
Kegiatan lain yang dilakukan Disbunhut Pemkab Jember, adalah peningkaan produktivitas lahan hutan rakyat yang dilaksanakan di Kecamatan Silo dan Mayang, dengan memberi fasilitasi kepada kelompok forest management unit (FMU), untuk memperoleh sertifikat verifikasi legalitas kayu untuk hutan rakyat dari Kementrian LHK. Total hutan rakyat yang tersertifikasi seluas, 780 hektar.
Disbunhut juga telah melakukan kegiatan pembuatan bibit/benih tanaman kehutanan di kebun bibit dinas kehutanan desa Wirowongso Kecamatan Ajung, dengan hasil 150.000 bibit tanaman sengon siap tanam. Juga dilakukan kegiatan peningkatan fungsi dan daya dukung daerah aliran sungai (DAS), di Kecamatan Sumberjambe dan Silo melalui penanaman cemara udang sebanyak 30.000 batang, tanaman bambu sebanyak 15.000 batang serta pembuatan DAM penahan sebanyak 8 unit.
Untuk peningkatan akses petani (perkebunan dan kehutanan) terhadap faktor produksi, teknologi, informasi, pemasaran dan permodalan, agar memiliki daya saing tinggi, disbunhut telah melakukan kegiatan pengembangan pengujian dan pengendalian peredaran hasil hutan dengan memberikan bimbingan teknis melalui pelaksanaan penatausahaan hasil hutan serta penerapan sistem verifikasi legalitas kayu bagi industri primier hasil hutan kayu. Kegiatan ini bertujuan, untuk menciptakan peredaran hasil hutan kayu yang tertib, lancar, efisien dan bertanggung jawab.
Hal lain yang dilakukan Disbunhut terhitung sejak dilantiknya Bupati Jember, dr Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs KH Muqit Arief, antara lain, penanganan panen dan pasca panen bahan baku, pembuatan jalan produksi di empat lokasi kelompok tani (Desa Ampel, Darsono, Mangaran, dan Kasiyan Timur). Masing-masing desa pada kegiatan ini mendapatkan pembuatan jalan sepanjang 500 meter.
Tujuan dari kegiatan ini adalah, mempermudah akses pengangkutan hasil produksi komoditi perkebunan serta pemberian bantuan sarana pembuatan pupuk organik dan rumah kompos pada enam kelompok tani. Tujuannya, yakni untu memperbaiki kesuburan tanah dengan pemberian bahan organik yang diharapkan serapan unsur hara menjadi optimal untuk meningkatkan kualitas bahan baku.
Apapun alasan dan keadaannya, pelaksanaan pembangunan tidak bisa dihentikan. Karena kalau itu terjadi, maka bisa dipastikan aktivitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh akan terkena imbasnya, bahkan bisa jadi mandeg atau setidaknya jalan di tempat.
Karena itu dengan berbagai keterbatasan, Pemkab Jember di bawah Bupati dr Faida MMR dan Wakil Bupati Drs Muqit Arief, berusaha untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk pelaksanaan pembangunan di tengah keterbatasan yang dilaksanakan Pemkab Jember ini bisa dilihat dari yang sudah dilakukan Dinas Pengairan. Pada Sektor Pengairan, setidaknya dari bulan Pebruari hingga Mei 2016, telah melakukan kegiatan perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada guna mendukung peningkatan produksi pangan (padi).
Untuk bidang Lingkungan Hidup, Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, telah melaksanakan program pembangunan melalui pemberian bibit tanaman dalam rangka penghijauan. Pemberian bibit tanaman sebanyak 2.600 batang kepada masyarakat di sembilan titik ini, sebagai upaya untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian dampak lingkungan.
Dibidang pekerjaan umum, dalam tiga bulan terakhir ini Dinas Pengairan telah mampu merampungkan beberapa kegiatan peningkatan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan melalui konservasi dan pendayagunaan sumber daya air diantaranya : Normalisasi saluran sungai (46 titik), Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi (50 titik), Rehabilitasi/Pemeliharaan Normalisasi Sungai (29 titik), Pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa (21 titik), Standarisasi kualitas bahan baku (91 titik), Pembangunan pintu air (5 titik), Rehabilitasi/Pemeliharaan reservoir (2 titik) serta Rehabilitasi/Pemeliharaan bantaran dan tanggul sungai (4 titik).
Sementara untuk pelaksanaan pembangunan yang sudah dikerjakan Dinas Cipta Karya, meliputi penyediaan sarana dan prasarana air bersih. Pembangunan sarana dan prasarana air bersih yang dilaksanakan ini berada di Kecamatan Patrang, Jenggawah, dan Kecamatan Sukorambi.
Secara keseluruhan proyek pembangunan yang sudah dilaksanakan terdiri dari, pembangunan MCK di Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. Selain itu juga dilaksanakan pembangunan jalan lingkungan di 31 titik yang tersebar di beberapa wilayah desa/kelurahan.
Pembangunan infrastruktur /sarana prasarana jalan dan Jembatan, juga tidak terlepas dari perhatian beliau. Melalui Dinas PU Binamarga telah mampu menyelesaikan beberapa paket kegiatan diantaranya : Pemeliharaan berkala jalan kawangrejo Translok, Pemeliharaan berkala jalan lengkong Tempurejo, Pemeliharaan berkala jalan Suco Gunung Mayang, Pemeliharaan berkala jalan karang Kedawung Lampeji, Pemeliharaan berkala jalan karang Kedawung Suco, Pemeliharaan berkala jalan lingkar kota Tempurejo, Pemeliharaan berkala jalan Ambulu Blater, Pemeliharaan berkala jalan Pontang Jatimulyo, Peningkatan Jalan Watu Ulo Payangan, Peningkatan Jalan dusun Kencong, Peningkatan Jalan Wonorejo Jatisari, Peningkatan Jalan Sariono Sariagung Kecamatan Jombang.
Dalam upaya merintis dan mengembangkan bandara Jember menjadi bandara komersial, melalui Dinas Perhubungan telah dibuat kesepakatan bersama dengan berbagai pihak terkait yaitu (1) dengan Kantor Imigrasi (pembentukan Tim Pengawas Orang Asing/TIMPORA. (2) dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (BP3) dan dengan Bali International Flying Academy (BIFA) dalam rangka optimalisasi sarana prasarana bandara Notohadinegoro.
Demikian pula, dalam upaya mewujudkan efektivitas pelayanan angkutan massal, bantuan subsidi operasional dan 2 (dua) armada yang diperoleh dari Kementerian Perhubungan RI, telah dioperasikan pada trayek Tawang Alun-Jenggawah-Ambulu-Kota Blater-Curah nongko dan Andongrejo.
Demikian juga untuk pembangunan yang sudah dilaksanakan Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM. Terhitung sampai tanggal 23 Mei 2016, kegiatan pembangunan yang sudah dilaksanakan antara lain, penyediaan sarana informasi yang dapat diakses masyarakat, serta pembinaan kemampuan teknologi industri dan bimbingan teknis industri hilir kopi dan kakao dengan sasaran pelakui IKM sebanyak 40 orang.
Disperindag ESDM juga melaksanakan kegiatan bimbingan teknis untuk pembuatan pakan ternak dengan sasaran pelaku IKM sebanyak 75 orang di Kecamatan Balung, serta pemberian bimbingan teknis sashiko, smock dan perak manual kepada 40 orang pelaku IKM perak dan konveksi di Balai Besar Batik Yogjakarta. Selain itu, juga diserahkan bantuan alat pembuatan cabe powder dan pembuatan tomat powder, masing-masing sebanyak 4 unit, serta pemberian bimbingan teknis pupuk organik plus kepada 75 orang pelaku IKM pupuk organik di Kecamatan Gumukmas dan Rambipuji.
Adapun fasilitas yang diberikan untuk pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) antara lain, mesin cetak genteng hidrolik sebanyak 2 unit, mesin wales genteng sebanyak 2 unit, mesin paving block sebanyak 2 unit, mesin wuwungan sebanyak 2 unit dan mesin offset sebanyak 1 unit.
Dalam rangka pengentasan kemiskinan di lingkungan industri hasil tembakau serta mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Disperindag ESDM telah memberikan bantuan sarana produksi berupa mesin penepung beras sebanyak 4 unit dan mesin alat industri sebanyak 1 unit. Dan untuk pengembangan serta pemeliharaan kelistrikan, Disperindag ESDM telah mengoperasikan jaringan listrik pedesaan di 9 desa, dengan penerima manfaat sebanyak 3.350 KK.
Pun juga telah dilakukan pembangunan sumur bor dalam di 4 lokasi di Desa Sumber Pinang dan Desa Patemon, di Kecamatan Pakusari, serta 2 titik di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari dan di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu dengan penerima manfaat sebanyak 1.000 KK.
Dalam kegiatan sosial kemasyarakat dan kemanusiaan, melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember telah melakukan upaya untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten yang ramah terhadap warga berkebutuhan khusus (difabel). Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain, Diklat bagi penyandang cacat dan eks napi.
Pada kegiatan diklat bagi penyandang cacat dan eks trauma ini, diberikan pelatihan penggunaan alat kesehatan di 16 kecamatan, antara lain, Sumberbaru, Ajung, Sumbersari, Mumbulsari, Umbulsari, Pakusari, Balung, Jelbuk, Rambipuji, Jenggawah, Puger, Kaliwates, Arjasa, Sukowono, Silo, dan Ledokombo. Pelatihan penggunaan alat kesehatan ini juga disertai dengan pemberian bantuan alat kesehatan berupa, kursi roda, kruck, dan hearing aid.
Juga diberikan pelatihan menjahit dan tata rias di 12 kecamatan, yaitu Kalisat, Umbulsari, Ajung, Sumbersari, Pakusari, Kaliwates, Arjasa, Tempurejo, Sukorambi, Patrang, dan Wuluhan. Bantuan yang diberikan dalam kegiatan ini berupa, peralatan menjahit dan tata rias.
Kegiatan lain yang digelar Dinsos Pemkab Jember, adalah pelatihan keterampilan dan praktik belajar kerja bagi anak terlantar termasuk anak jalanan, cacat, dan anak nakal. Kegiatan ini diselenggarakan di lima kecamatan, antara lain, Patrang, Umbulsari, Jombang, Kencong, dan Gumukmas.
Dalam upaya untuk mempercepat dan memperluas penanggulangan kemiskinan, dalam rangka mewujudkan Jember mandiri, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial, melakukan beberapa kegiatan antara lain, sinkronisasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan dan penurunan kesenjangan, fasilitas menejemen usaha bagi keluarga miskin.
Dinsos juga melakukan pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha bagi keluarga miskin untuk mengurangi atau meringankan beban ekonomi keluarga miskin. Juga dilakukan peningkatan jejaring kerjasama pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat untuk mengurangi atau meringankan beban para korban bencana alam. Berikutnya, Dinsos melakukan inventarisasi lansia dan disabilitas dengan membangun sinergisitas bersama pemerintah atasan dalam upaya menurunkan prosentase penduduk miskin dan jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Bahkan pada hari ini, Sabtu 28 Mei 2018, Menteri Sosial Republik Indonesia Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, disela-sela kunjungannya ke Jember akan turut menyaksikan senam bersama 2.000 lansia yang diselenggarakan dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional ke 20 dan dalam kesempatan itu, ibu Menteri juga akan menyaksikan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Jember, Kantor Pertanahan dan Bank Jatim tentang Reforma Agraria Perkotaan dalam Rangka Memutus mata rantai kemiskinan struktural di Kabupaten Jember. pada kesempatan itu pula ibu menteri berkenan menyerahkan bantuan alat kesehatan bagi difabel dan lansia serta pelatihan ketrampilan eks Napi.

Kunjungan Bupati ke Koperasi Wanita Mekarsari di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji.

Pembuatan Kesepakatan Bersama dengan Balai Pendidikan Bantuan subsidi operasional dan 2 armada
dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (BP3) dari Kementerian Perhubungan RI.
dan dengan Bali International Flying Academy (BIFA)

Pengoperasian Listrik Pedesaan Pelayanan adminduk pada agenda
Bupati Ngantor di Desa

Penyerahan bibit buah oleh Wakil Bupati Penerimaan bantuan dari Mensos RI

No Response

Leave a reply "Tiga Bulan Bersama Bupati Faida dan Wabup Muqit Arief"