Download Logo HUT RI 72

TIGA SEKTOR DONGKRAK PERTUMBUHAN EKONOMI JEMBER

Jember Kita. Membaiknya perekonomian global didukung oleh stabilnya kondisi perekonomian domestic serta terkendalinya inflasi, berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember. Dalam kurun waktu, tahun 2009-2012, pertumbuhan ekonomi Jember secara umum menunjukan trend yang terus meningkat (ascending economic growth trend).

            Tidak itu saja, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember mengalami percepatan dari tahun 2009, sebesar 5,55%, tahun 2010 sebesar 6,94%, tahun 2011 sebesar7,00%  serta tahun 2012 melonjak menjadi 7,35%. Trend pertumbuhan ekonomi di Jember ini, lebih cepat dibanding Jawa Timur, yang hanya 7,27%.

Demikian disampaikan Ir MZA Djalal, M.Si, dalam acara laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember, akhir tahun anggaran 2012. Dari kinerja ekonomi tersebut, struktur ekonomi masih didominasi oleh tiga sektor utama, yakni pertanian 37,46%, sektor perdagangan, hotel dan restoran 25,17%, serta sektor industri pengolahan 10,81%.

Ketiga sektor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 73,44%. Membaiknya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember ini, dikarenakan percepatan pertumbuhan di semua sektor, khususnya perdagangan, hotel dan restoran 10,66%, serta sektor pengangkutan dan komunikasi 9,93% dan sektor jasa sebesar 8,87%.

“LKPJ ini nantinya juga akan ditindak lanjuti laporan pertanggungjawaban pelaksanaan (LPP) APBD tahun anggaran 2012 setelah diterimanya audit dari badan pemeriksa keuangan (BPK),” ungkap Bupati Djalal.

Sebagai kepala daerah, Bupati menyatakan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada pemerintah serta memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD. “Alhamdulilah, patut kita syukuri bersama karena Kabupaten Jember mengalami kemajuan di berbagai bidang, hal ini merupakan hasil dari kebersamaan, dukungan dan partisipasi semua pihak,” jelas bupati.

Namun diakui juga, indikator laju inflasi di Kabupaten Jember menunjukan kecenderungan menurun sejak  tahun 2008-2011. Dari 11,10% di tahun 2008 menjadi 4,93% pada tahun 2011.

Tidak itu saja, dibandingkan trend pendapatan per kapita 11,74%, rata-rata pertambahan pendapatan masyarakat Jember lebih tinggi dari rata-rata tingkat kenaikan harga yang berlaku. Dari aspek indikator makro social, yakni indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 208-2012, mengalami peningkatan dari 63,71 berubah menjadi 65,93%. Hal ini dipengaruhi oleh tiga indikator IPM, diantaranya adalah pendididikan, kesehatan juga daya beli masyarakat.

“Komitmen pemerintah Kabupaten Jember terhadap rencana pembangunan jangka menengah daerah (RJPMD) merupakan wujud kecintaan kepada masyarakatnya. Selama ini telah diperankan oleh pemerintah daerah bersama-sama seluruh elemen masyarakat. Semua itu  untuk mencapai arah kebijakan pembangunan, sesuai visi misi, sasaran dan tujuan seperti tertuang di RPJMD, adapun uraian secara rinci dari kinerja program dan kegiatan 2012 bisa dicermati melalui dolumen LKPJ dan telah dikirimkan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Jember,” ujar MZA Djalal.

Peningkatan seluruh capaian kinerja pemerintah daerah tahun 2012, adalah untuk merealisasikan visi terwujudnya masyarakat Jember yang kreatif, sejahtera, agamis dan bermartabat. Semua itu bisa terwujud, berkat adanya dukungan dari seluruh stakeholder, khususnya masyarakat, yang dilandasi kemauan dan semangat kerja tinggi guna perbaikan nasib agar menjadi lebih baik. (*)

 Oleh : Winardyasto

No Response

Comments are closed.