Jember Kota Pandhalungan

Tingkatkan Produksi,PDP Jember Optimalkan Lahan

PDP

 

Sebagai sebuah perusahaan milik pemerintah daerah, Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember, memiliki potensi besar untuk menjadi penopang pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diandalkan. Ini karena beberapa komoditi yang dimiliki PDP, produksinya sangat diminati dan dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak hanya lokal, baik regional, nasional, bahkan hingga pasar internasional juga meliriknya. Beberapa jenis komoditi yang dimiliki PDP dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sumber PAD antara lain, karet, kopi,cengkeh dan kakao. Komoditi perkebunan ini dihasilkan dari kebun milik PDP di Sumber Wadung, Gunung Pasang, Ketajek, Sumber Tenggulun dan Sumber Pandan, dan Kali Mrawan. Menyadari akan potensi besar yang dimiliki, manajemen PDP Jember di bawah direktur utamanya yang baru, Ir Sujatmiko, mulai melakukan penataan. Langkah awal yang ditempuh untuk meningkatkan performa dan pendapatan perusahaan, yakni konsolidasi dengan seluruh karyawan, mulai dari jajaran direksi hingga kebun.Ini dimaksudkan, agar terjadi perubahan pola pikir dan imej dari seluruh karyawan di lingkup PDP Jember. Langkah juga dimaksudkan untuk membangun kesepahaman seluruh jajaran kebun., sehingga karyawan akan tahu, harus bagaimana agar lembaga yang menaunginya bisa berkembang dan memberikan kesejahteraan lebih. “PDP ini mau diapakan, ini harus ada perbaikan dan peningkatan,” jelas Ir Sujatmiko, Direktur Utama PDP Jember. Memang, PDP tengah berupaya mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki. Karena dilihat dari sumber daya alam yang dimiliki, perusahaan daerah ini sebenarnya sangat mungkin untuk membangun usaha dari hulu ke hilir, mengingat peluang untuk itu sangat terbuka. Langkah yang coba dilaksanakan, yakni lewat kegiatan lomba burdah dan produk unggulan yang pesertanya berasal dari seluruh kebun di lingkungan PDP. Lewat lomba produk unggulan ini, diharapkan muncul kreativitas untuk melakukan dan menciptakan sesuatu yang bisa memberikan nilai tambah. Sehingga ke depan, paling tidak badan usaha milik daerah ini, tidak hanya bisa menjual bahan mentah hasil perkebunan yang sudah dimiliki. Akan tetapi produk yang dijual sudah dalam bentuk barang jadi atau siap konsumsi, seperti kopi bubuk merek Kahyangan yang saat ini sudah dijual ke pasaran.

     Sementara untuk pemanfaatan lahan yang luas keseluruhannya sekitar 4000 hektar lebih, manajemen PDP berusaha terus melakukan peningkatan dan optimalisasi. Caranya, lewat peremajaan dan perawatan tanaman dengan memberikan perlakuan sesuai teknik budidaya pertanian. Sehingga praktis, untuk tahun ini PDP menjadikannya sebagai tahun teknis. “Perbaikan manajemen juga kita lakukan,” terangnya.Untuk suksesnya pelaksanaan dari program yang telah dicanangkan, Sujatmiko mengintruksikan seluruh direktur di PPD secara periodik turun lapangan guna mengetahui dari dekat persoalan apa yang terjadi di lapangan, berikut kendala dan jalan keluarnya yang harus ditempuh. “Saya akan ngantor di lapangan. Kita akan semakin tahu bagaimana kondisi lapangan,” ujarnya. Upaya lain yang juga dilakukan PDP dalam rangka optimalisasi ini, adalah melakukan pemetaan terhadap seluruh potensi dan keberadaan lahan. Dengan cara ini, diharapkan tidak ada lagi lahan yang tidak termanfaatkan dengan baik.“Tidak akan ada sejengkal pun tanah yang tidak dimanfaatkan,” tukasSujatmiko, kader Partai Golkar yang saatini mengaku sudah bukan lagi sebagaipolitisi tapi pengusaha.Rintis Kerjasama dengan LembagaPenelitianKeinginan kuat untukmengembangkan dan memajukan PDPJember yang saat ini dipimpinnya,ternyata tidak hanya sebatasoptimalisasi potensi. Sujatmikomengaku, untuk menjadikanperusahaan daerah yang dipimpinnyamenjadi besar, saat ini tengah dirintis kerjasama dengan dan PusatPenelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) PTPN XII di Renteng, KecamatanJenggawah. Dalam kerjasama ini PDP mengirimkan karyawannya untukmengikuti pelatihan cita rasa kopi di Puslit Koka, Renteng, Jenggawah.“Ini sesuai dengan imbauan Pak Bupati, ini dilakukan sebagaimanaharapan Bupati Jember, MZA Djalal, agar PDP bisa memanfaatkankeberadaan dua lembaga penelitian yang ada di Jember,” paparnya.Kerjasama dengan lembaga penelitian, baik Puslit Koka maupunLemlit Universitas Jember, lanjut dia, memang sangat dibutuhkanuntuk pengembangan PDP. Sehingga lewat kerjasama ini paling tidakPDP akan lebih mampu mengembangkan dirinya menjadi badanusaha yang bisa diandalkan.Hanya saja untuk mencapai itu semua, Sujatmiko berharap,adanya revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda). Dengan perdatersebut, deversifikasi usaha PDP diharapkan bisa lebih berkembang.“Misalnya produk pasca panen, termasuk juga agrowisata. Malahkalau perlu PDP jual bibit tanaman,” papar Sujatmiko, yang alumniSekolah Tinggi Perkebunan (Stiper) Jember dan tercatat sebagai satu-satunya Direktur Utama PDP dengan latar pendidikan perkebunan.

 

 

 

No Response

Comments are closed.