Ungkap Sejarah Peringatan Harlah Pancasila

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar seminar nasional untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, Selasa (5/6/2018). Sejarah peringatan Harlah Pancasila diungkap dalam seminar ini.

Seminar yang menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad  Basarah, MH. sebagai pembicara ini mengangkat tema Bung Karno, Islam, dan Pancasila.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., turut memberikan sambutan dalam pembukaan seminar yang diikuti peserta dari berbagai kalangan ini.

“Khusus untuk Kabupaten Jember, kita bikin Bulan Pancasila penuh selama bulan Juni 2018,” kata Bupati Faida dalam sambutannya.

Semangat Bung Karno dalam perjuangannya menjadi pemicu untuk menyemarakkan peringatan Harlah Pancasila di seluruh pelosok Kabupaten Jember.

“Saya mengapresiasi kegiatan seminar nasional dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila ini, karena sejatinya bukan hanya generasi jaman now (yang membutuhkan, red), tetapi kita semua perlu mengasah kembali pengetahuan dan semangat kita,” ungkap bupati.

Lebih jauh bupati mengungkapkan, banyak pihak yang mengatakan orang beragama apabila kehilangan imannya, sejatinya sudah kehilangan segala galanya.

“Bagi orang bernegara, bagi warga negara, apabila telah kehilangan ideologinya, sejatinya sudah kehilangan segala-galanya sebagai suatu bangsa,” tuturnya.

Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Basarah, MH. dalam materinya menceritakan proses awal peringatan Harlah Pancasila.

Dimulai saat sebelum menjabat Wakil Ketua MPR RI, sekitar tahun 2009 mengusulkan kepada almarhum Ketua MPR RI H Muhammad Taufik Kiemas.

“(Mengusulkan)  untuk memperingati kembali hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni yang telah dilarang oleh orde baru sejak tahun 1970,” terang Basarah.

Setelah usulan diterima, kemudian dilakukan pertemuan-pertemuan dengan bimbingan MPR dan Pemerintah Susilo Bambang Yudoyono waktu itu.

Digagaslah peringatan Hari Lahir Pancasila di istana Negara. Terbentuk panitia bersama antara MPR dengan Pemerintah melalui Setneg.

Ketika panitia berjalan, terdapat ketidaksetujuan dari beberapa pihak. Bahkan adanya ancaman yang membuat panitia bubar.

Akhirnya dengan kompromi, bukan memperingati Harlah Pancasila, tetapi peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 atas nama lembaga MPR tahun 2010.

Basarah mengatakan, rakyat akan tahu yang dimaksud peringatan pidato Bung Karno adalah ingat hari lahirnya Pancasila.

Kemudian pada tahun 2011, peringatan pidato Bung Karno yang kedua dilaksanakan. “2012 – 2013 kami meresmikan patung Bung Karno merenungkan butir butir Pancasila,” cerita.

Hingga akhirnya tanggal 1 Juni 2016, Presiden Jokowi menyudahi polemik tentang sejarah lahirnya Pancasila, dan jadilah 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai Harlah Pancasila. (mutia/izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Ungkap Sejarah Peringatan Harlah Pancasila"