Jember Kota Pandhalungan

Urusan Akta Lahir, Dispenduk Rencanakan Kerjasama Dengan Rumah Sakit

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Jember merancanakan untuk menambah kerjasama dengan rumah sakit dalam pengurusan akte kelahiran. Kerja sama ini memberikan layanan cepat bagi anak yang baru lahir di rumah sakit.

MOU (memorandum of understanding) ini penting, karena kami menggandeng untuk kerja sama agar pelayanan kami dan pelayanan rumah sakit bisa sinergi. Artinya, apabila penduduk atau masyarakat itu melahirkan di rumah sakit rumah sakit ini, sebisanya begitu pulang anak tersebut sudah mempunyai akte kelahiran, jelas Arief Tjahyana, Kepala Dispenduk Capil, Kamis (26/1/2017).

Selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit swasta. Kerjasama pertama dilakukan pada 2013 yakni dengan Rumah sakit Bisa Sehat. Selanjutnya tahun 2014 dengan beberapa rumah sakit lainnya. Dan terakhir pada tahun 2016 bekerjasama dengan RS Jember Klinik.

“Beberapa rumah sakit swasta sudah bekerjasama dengan kita. Seperti Rumah Sakit Bina Sehat, RS Jember Klinik, RS IBI Srikandi, RS Kaliwates. Dan segera menyusul kerjasama dengan kita adalah RSD dr Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat,” jelas Arief saat ditemui di kantornya.

Terkait prosedur, Arief menyatakan sama seperti pengurusan akte kelahiran lainnya. Pihak rumah sakit akan meminta seluruh berkas-berkas persyaratan pembuatan akte kelahiran. Semua persyaratan ini diminta saat ibu yang akan melahirkan mendaftar persalinan di rumah sakit. Setelah itu pihak rumah sakit yang akan datang ke kita, jelasnya.

Meski prosedur yang dilalui sama, ada perlakuan khusus dalam memenuhi salah satu hak anak ini. Salah satunya, pegurusan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mengurus akte kelahiran bisa dikerjakan secara bersamaan.

Sebagaimana diketahui, untuk membuat akte kelahiran, warga harus mengubah susunan keluarga dalam KK. Anak yang akan dibuatkan akte kelahiran harus masuk lebih dulu ke KK, setelah itu mengurus akte kelahiran.

Pengurusan akte kelahiran secara pararel dengan KK ini, masih kata Arief, menggunakan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) yang baru. Begitu dimasukkan ke sistem, otomatis masuk ke sistemnya akte, terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, SIAK dibangun oleh pemerintah pusat sejak tahun 2012. Sistem itu kini sudah berkembang. Sekarang SIAK kelima yang sudah versi ketujuh. Begitu keluar (rumah sakit) langsung dapatkan KK dan dapatkan akte kelahiran, ujarnya.

Kerjasama tersebut, lanjut Arief Tjahyana, untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan identitas kependudukan. Untuk mendukung kerjasama ini, petugas dari rumah sakit yang bekerjasama mendapatkan pelatihan dalam pengurusan administrasi kependudukan, khususnya pembuatan akte kelahiran.

“Mudah-mudahan 2017 awal ini segera bisa kita selesaikan MoU dengan dr Soebandi dan RSD Balung, dan menyusul nantinya RS Kalisat, ujarnya penuh harap.

Dijelaskannya, dalam kerjasama pihak rumah sakit melalui petugasnya akan menawari pasien untuk pengurusan akte kelahiran. Biasanya ada yang tidak mau. Ada juga karena adat. Mereka tidak bisa mengurus akte karena belum 40 hari untuk memberikan nama. Oleh karena itu, biasanya pihak rumah sakit bertanya, atau pihak keluarga memberikan informasi (ingin) untuk mengurus akte tersebut,” tuturnya.

Ia berpesan kepada masyarakat dan pihak rumah sakit untuk menjalin komunikasi yang baik. Masyarakat bisa menanyakan pengurusan akte kelahiran di rumah sakit yang bekerja sama dengan Dispenduk Capil. Sebaliknya, pihak rumah sakit bisa menawarkan pengurusan tersebut.

Kerjasama itu diharapkan tidak hanya dengan rumah sakit. Kedepan kerjasama ini bisa Puskesmas. Dengan dinas kesehatan. Puskesmas yang menjadi salah satu UPT Dinas Kesehatan. Ini juga sebagai salah satu layanan. Kalau ini bisa dilakukan kenapa tidak? ujarnya. (*F2)

No Response

Leave a reply "Urusan Akta Lahir, Dispenduk Rencanakan Kerjasama Dengan Rumah Sakit"