Download Logo HUT RI 72

Usai Presentasi Pariwisata Jember, Bupati Faida Kunjungi Museum Astra

HUT RI 72

JAKARTA- Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, didampingi Head of CSR Division, dan Manager PT Astra International Tbk, diajak keliling Museum Astra and Library, di gedung pusat Astra Jalan Gaya Motor, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017) usai paparan di ajang communication forum.

Faida, baru menyadari bahwa di gedung lobby Astra, ada museum Astra lengkap perjalanan dari masa ke masa jajaran pendiri dan komisaris. Di museum yang canggih dengan katalog secara digital itu dilengkapi dengan beberapa monumen produk Astra, tbk, semisal mobil kijang kotak tahun 1957 serta produksi sepeda motor pertama merek Honda yang diproduksi tahun 1971.

Ditemani salah seorang manajer di Astra, Wiwik, Bupati Faida, dan head of manajer Yuliawan head of corporate communication Astra, mendapatkan penjelasan bagaimana sejarah Astra dari berdiri hingga sekarang.

Perusahaan yang didirikan sejak tahun 1957, diakui memiliki tekad kuat berupa catur dharma, yang isinya nomor satu adalah berbuat dan berbagi untuk negeri dan bangsa.

Dari semula Astra sejak didirikan memang untuk menciptakan karya demi membangun bangsa Indonesia. “Tidak ada perusahaan yang dalam tujuannya pertama itu hanya untuk berbuat bagi bangsa Indonesia,” ujar Yuliawarman, diamini Wiwik.

Rombongan Bupati kemudian berfoto di depan prasasti pembangunan gedung baru Astra, dan monumen Catur Dharma,  serta sempat menikmati layanan katalog informasi digital sejarah Astra di layar sentuh.

Di sana tertulis prasasti pembangunan Museum Astra oleh salah seorang Presdir tahun 2008 yakni Michael Dharmawan Ruslim. Faida, juga terkagum kagum, sambil sesekali meminta Astra untuk lebih bisa berbuat bagi Kabupaten Jember.

Jika dari 63 Kota yang telah dibentuk KBA, dari 26 Provinsi yang ada sebagai KBA untuk destinasi desa wisata, maka ke depan Jember diharapkan menjadi second city setelah Surabaya ditetapkan jadi KBA. Sehingga tahun 2018 bisa giliran Jember menjadi KBA.

“Kami  melihat Jember sebagai satu kota yang banyak potensi. Mirip dengan kampung berseri kami yang banyak potensi. Ini forum terbuka. Bupati Faida, ini sudah seperti Pak Ridwan Kamil, dan Ahok, telah  kita undang di forum ini,” ujarnya.

Jika Jember  punya JFC, maka Astra, ingin belajar dan mendengar paparan dari Bupati Jember dr Faida, meski masih  baru, bagaimana melihat JFC dan potensi ke depannya.

“Sehingga fokus CSR Astra ke depan di  4 hal, antara lain Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan. Dulu ke social protection saja. Sejak Nawa Cita, bukan di mana Astra berada, diubah menjadi membangun dari pinggir dan keliling Indonesia. Maka sejak itu didesain kelompok kelompok di Desa. Kita telah jalin MoU dengan UGM, dan LSM seta LIPI, ke depan dengan Pemerintah Daerah setempat,” ujarnya.

Ada beberapa daerah yang berpotensi menjadi KBA  sehingga akan dikolaborasikan. “Pada prinsipnya bagaimana memelihara potensi karena lebih susah dibanding membangun. Tantangan Bupati Faida itu  adalah memelihara.

Kita dapat wacana dari beliau yakni kata kuncinya konsistensi. Artinya memulai program  sosial sebelum jadi Bupati, lalu membranding, koordinasi,  dan  konsistensi,” ujar Riza Deliansa, head of CSR Division Astra, menimpali. (humas Pemkab Jember)

Download Logo HUT RI 72
No Response

Comments are closed.