Wabup Hadiri Halal Bi Halal Guru PAI

Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief menghadiri halal bi halal Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) tingkat SMP Kabupaten Jember. Agenda silaturahim dan sarana saling memaafkan antar guru PAI yang mengangkat tema “Merajut Silaturrohim dan Membangun Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti” ini, berlangsung di area SMPN 3 Jember, Rabu (26/07/2017).

Wakil Bupati Jember (Wabup) Drs. KH. A. Muqit Arief (Kyai Muqit) menyampaikan bahwa dalam halal bihalal ini dengan segenap kelapangan dada berusaha menjadi lebih produktif dan lebih profesional dalam arti yang tidak datang begitu saja tanpa melihat apa yang telah di lewati.

Bermaaf-maafan tidak hanya karena ada halal bihalal dan tidak hanya berjabat tangan, bermaaf-maafan tidak sesederhana itu, karena harus berasal dari kesadaran dari hati dan intropeksi diri.

Dan halal bihalal ini jangan membuat diri kita terjebak oleh ceremonial-nya saja, tetapi juga sampai kehati dan membawa dampak baik bagi seluruhnya.

Wabup Kyai Muqit juga menyampaikan salah satu sabda Nabi Muhammad yang artinya saya heran saya bangga sekali dengan sifat-sifat orang mukmin, yang salah satunya ialah jika berbuat salah senang minta maaf.

“Untuk berminta maaf itu, tanpa ego tanpa sungkan-sungkan,” terang Wabup Kyai Muqit.

Wabup Kyai Muqit juga meminta kepada segenap yang hadir untuk mengajarkan dan mengenalkan kepada anak didik ilmu Islam yang di ajarkan oleh para Rasul dan para sahabat.

Sementara itu, Ketua panitia juga mewakili Ketua MGMP PAI Kabupaten Jember Sucipto Spdi. Mpdi menyampaikan bahwa tombak estafet berada di pundak guru agama bagaimana untuk membina siswa yang berkarakter, berbangsa dan berkreatifitas.

Jikasetiap harinya manusia selalu di penuhi dengan perbuatan salah hingga hatinya menjadi gelap sulit untuk di ajak musyawarah, untuk itu dalam halal bihalal ini kembali menjernihkan hati melupakan masalah yang lalu dan bersama maju ke depan.

Menurutnyasegenap guru siap mendukung Pemkab Jember menjadi Pemkab yang religi. (Izza, Mutia)

No Response

Comments are closed.