Wabup: Hak Anak Wajib Terpenuhi Untuk Wujudkan Generasi Mumpuni

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menyampaikan pentingnya tumbuh kembang anak untuk menjadi generasi yang mumpuni.

“Kami berharap anak-anak dari strata apapun mampu tumbuh kembang menjadi generasi mumpuni,” tutur Wabup, Selasa pagi (10/10/2017).

Hal itu disampaikan Wabup dalam Workshop Stakeholder Membangun Komitmen Daerah dalam Upaya Penghapusan Pekerja Anak di Area Tembakau.

Untuk itu diperlukan komitmen semua pihak untuk mengurangi angka pekerja anak. Terlebih Indonesia mencanangkan bebas pekerja anak 2022.

Wabup menjelaskan, dalam realitas di masyarakat masih ada pandangan yang kurang pas terkait anak.

Tidak sedikit orang tua atau masyarakat memandang anak sebagai aset penambah penghasilan keluarga, tidak berpikir jauh kedepan dengan menempatkan anak sebagai generasi pemimpin masa depan. Akibatnya, anak dipekerjakan.

Terlibat dalam pekerjaan, lanjut Wabup, bukan suatu masalah sejauh tidak mengurangi hak-hak dan membahayakan jiwa anak.

Terlibat pekerjaan juga akan memberikan pengalaman begitu susahnya mencari penghasilan untuk penghidupan. Namun, sekali lagi, harus aman dan tidak mengurangi hak-hak anak.

Diungkapkan oleh Wabup, dalam cacatan ILO (International Labour Organization) terdapat 2,3 juta pekerja anak di Indonesia.

Sementara catatan Kementerian Ketenagakerjaan RI menyebutkan tahun 2014 sekitar 8.600 anak yang berhasil dikembalikan ke sekolah.

Sementara itu Direktur Stapa Center Farida Hanung menyebut pengakuan adanya pekerja anak di perkebunan sebagai sesuatu yang penting.

“Untuk melihat lebih dalam persoalan yang terjadi dan akan mampu membangun desain program bagi pekerja anak,” ujarnya.

Persoalan hak anak harus diatasi semua elemen. Karena itu perlu membangun komitmen seluruh pemangku kepentingan, yang menjadi tujuan dilaksanakan workshop.

Hanung pun berharap kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Jember berlanjut pada masa mendatang. (*f2/Izza)

No Response

Comments are closed.