Jember Kota Pandhalungan

Wabup Jelaskan Peningkatan Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqiet Arif menjelaskan peningkatan pendapatan daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016 mendasarkan pada potensi pendapatan daerah. Peningkatan penerimaan pembiayaan berasal dari SILPA.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Jember, Rabu (9/11/2011), dengan agenda penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016.

“Asumsi target pendapatan daerah pada rencana P-APBD Tahun Anggaran 2016 didasarkan kepada potensi pendapatan daerah yang dapat dicapai sampai dengan akhir tahun,” jelas Wabup.

Sumbernya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dana transfer pusat dan propinsi yang terangkum dalam Pendapatan daerah Tahun Anggaran 2016.

Sementara terkait peningkatan penerimaan pembiayaan terjadi akibat pemanfaatan potensi pendanaan daerah yang berasal dari SILPA anggaran tahun sebelumnya. “Sesuai dengan laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2015,” ungkapnya.

Dalam rancangan P-APBD Tahun Anggaran 2016, direncanakan kenaikan Penerimaan Pembiayaan sebesar 324,26 persen dari alokasi sebelumnya Rp. 103,11 miliar menjadi Rp. 437,47 miliar.

Penganggaran SILPA tahun anggaran sebelumnya pada P-APBD 2016 diarahkan untuk belanja yang bersifat prioritas pelayanan dasar. Yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemerintahan.

Juga diperuntukkan belanja wajib, diantaranya pemenuhan kekurangan gaji pegawai akibat kebijakan gaji 14. “Dan belanja lainnya sesuai kebutuhan dan peraturan yang berlaku, baik yang berupa earmarked dan blockgrant,” jelas Wabup.

Tiga Hal Sebabkan PAD Naik

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember dalam P-APBD t.a. 2016 mengalami peningkatan sebesar Rp. 32,98 miliar atau naik 6,80 persen. Ada tiga sumber yang memengaruhi peningkatan tersebut.

Pertama, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah menyumbang peningkatan sebesar Rp. 7,84 miliar. Pada sisi lain, terjadi pengurangan target pajak sebesar Rp. 350 juta rupiah dari PPJ Non PLN dan PBB P2.

“Sehingga pada APBD 2016 target pendapatan pajak daera secara kumulatif bertambah Rp. 7,49 miliar atau naik 5,66 persen dari target awal Rp. 132,36 miliar,” paparnya.

Kedua, beberapa penerimaan retribusi daerah meningkat sebesar Rp. 296,62 juta atau naik 0,83 persen dari Rp. 35,94 miliar menjadi Rp. 36,24 miliar.

Ketiga, pada sisi pendapatan Lain-lain PAD yang Sah, terjadi peningkatan Dana Kapitasi JKN sebesar Rp. 26,06 miliar akibat kenaikan norma kapitasi dari Rp 3.500 menjadi Rp. 6.000 per peserta. Serta meningkatnya jumlah peserta BPJS.

“Pada perubahan APBD 2016, target pendapatan Lain-lain PAD yang Sah bertambah sebesar Rp. 25,19 miliar atau naik 8,08 persen dari target awal Rp. 311,64 miliar,” jelasnya. (*F2)

No Response

Leave a reply "Wabup Jelaskan Peningkatan Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan"