Wabup : PAPBD Untuk Peningkatan Efektifitas dan Optimalisasi Kebijakan

Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak terlepas dari dinamika persoalan dan harapan yang berkembang di masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, dalam pidatonya penyampaian nota pengantar tentang perubahan APBD 2017 dalam sidang Paripurna DPRD Kabupaten Jember, Selasa (3/10/2017).

Secara rinci dijelaskan, bahwa perubahan APBD dapat dilakukan oleh pemerintah bersama DPRD apabila, terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA).

Kedua, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar-unit organisasi, antar-kegiatan, dan antar-jenis belanja.

Ketiga, keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam anggaran tahun berjalan.

“Keempat, keadaan darurat, dan kelima, keadaan luar biasa,” jelas Wabup.

Perkembangan yang terjadi dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017, lanjut Wabup, tentunya memerlukan kejelian antisipasi terhadap struktur dan komposisi anggaran.

Antisipasi itu antara lain terhadap kemungkinan adanya revisi, pergeseran alokasi, pengurangan, tambahan atau kenaikan anggaran. “Langkah-langkah yang ditempuh tersebut, selain sebagai antisipasi terhadap perkembangan yang terjadi, juga merupakan langkah konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember sesuai RPJMD Kabupaten Jember tahun 2016 – 2021,” jelas Wabup.

“Sehingga secara konseptual, urgensi dan relevansi perlunya perubahan anggaran, adalah untuk peningkatan efektifitas dan optimalisasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan serta peningkatan kinerja pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Perubahan APBD 2017 pada prinsipnya merupakan upaya penyesuaian terhadap kebijakan Pemerintah Pusat maupun kebijakan Pemerintah Daerah, perkembangan situasi dan kondisi, aspirasi masyarakat, prioritas kebutuhan, kondisi mendesak serta sumber dana lain yang tersedia belum tercakup dalam APBD awal.

“Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kinerja pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan dalam APBD Tahun 2017, dimungkinkan adanya penyesuaian dan perubahan terhadap anggaran yang sedang berjalan,” tuturnya.

Penyesuaian terhadap perubahan dan perkembangan tersebut, berimplikasi terhadap perubahan dalam struktur anggaran. Baik pada sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan dalam APBD Tahun Anggaran 2017.

Disampaikan juga garis besar usulan perubahan APBD 2017, baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

Untuk pendapatan, dijelaskan, akan mengalami penurunan sebesar Rp. 156,20 miliar. Target semula Rp. 3,52 triliun menjadi Rp. 3,36 triliun.

Sedang belanja pada perubahan APBD 2017 akan mengalami perubahan sebesar Rp. 404,17 miliar.

Berdasar kelompok belanja, Belanja Tidak Langsung mengalami penurunan Rp. 24,52 miliar. Sedangkan Belanja Langsung naik Rp. 428,69 miliar.

Pada sisi pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp. 649,55 miliar, yaitu berupa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya. Sementara Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan Rp. 2 miliar berupa Penyertaan Modal kepada Perusahaan Daerah Perkebunan.

Ketua DPRD Jember H Thoif Zamroni yang memimpin sidang menyatakan rapat paripurna berikutnya adalah Pandangan Umum Fraksi-fraksi, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Oktober 2017. (*f2/Mutia/Izza. Red : Indra GM)

No Response

Comments are closed.