Jember Kota Pandhalungan

Wabup Peringati Hari Santri Nasional di Ambulu

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menghadiri acara kirab santri yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan Al-Amien di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Sabtu (22/10/2016). Kegiatan ini diadakan sebagai peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, 22 Oktober 2016. Dalam acara ini, Wabup Muqit Arief mengantarkan para santri dari Pondok Pesantren Al-Amien Desa Sabrang berjalan kaki menuju Alun-alun Kecamatan Ambulu. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Jember, jajaran Muspika Ambulu, dan jajaran pengurus Lembaga Pendidikan Al-Amien Sabrang.

Dalam sambutannya, Wabup Muqit menekankan bahwa dirinya juga merupakan orang yang berlatar belakang dari pesantren. Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri di Kabupaten Jember, khususnya keluarga besar dari Pondok Pesantren Al-Amin yang telah menyelenggarakan acara kirab santri dan dilakukan acara pada hari ini. Selain itu, pada tanggal 25 Oktober akan ada puncak acara Hari Santri yang dilaksanakan di alun-alun Kabupaten Jember.

Wabup Muqit berharap bahwa dengan hari santri ini hendaknya menjadi sebuah momen untuk kebangkitan kaum santri. Para santri harus mempersiapkan diri untuk memimpin negeri ini, bukan untuk mengalahkan siapa-siapa, tetapi untuk memberikan kontribusi yang terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Santri harus siap jadi bupati. Santri harus siap jadi gubernur. Santri harus siap jadi menteri, siap jadi presiden. Santri itu harus siap di tingkat dan level apa pun. Yang penting, kita harus menjadi orang bermanfaat di tingkat apa pun dan di level mana pun,” ujar Wabup Muqit kepada ratusan santri di Alun-alun Kecamatan Ambulu.

Untuk itu, Wabup menyampaikan untuk menjadi orang yang bermanfaat dan berperan di negeri ini. Tidak ada jawaban lain kecuali santri harus mempersiapkan diri dengan sumber daya yang cukup. Belajar yang serius dan sungguh-sungguh. Jika mengaku sebagai santri kalau tidak disertai dengan upaya belajar bersungguh-sungguh pada saatnya nanti tidak dapat berbuat apa-apa. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Ibadah dengan khusyu’, berdoa dengan khusyu’ kepada Allah,” imbuh Wabup Muqit.

Dan satu lagi, menurut Wabup Muqit, tradisi santri untuk menjadi ayam kampung harus dipertahankan. Santri yang digembleng harus menjadi ayam kampung, bukan menjadi ayam potong. “Maksunya begini, kalau ayam potong itu adalah generasi yang sangat manja. Kandangnya harus ukuran sekian. Makanannya harus konsentrat. Suhunya juga harus sekian. Jangan, santri jangan jadi ayam potong. Santri harus jadi ayam kampung. Ayam kampung itu kalau tidak dikasih makan oleh tuannya biasanya dia cari makan sendiri. Ayam kampung itu kalau tidak disediakan kandang oleh pemiliknya pasti akan bisa mencari tempat teduh sendiri. Santri harus seperti itu. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, santri juga peranan penting dalam berjuang melawan penjajah,” terang Wabup Muqit lagi.

Beliau meyakini apabila tradisi semacam itu dipertahankan di pondok pesantren, maka santri di kemudian hari tidak menutup kemungkinan akan memberikan peran yang lebih besar terhadap NKRI. Wabup Muqit juga berpesan kepada para santri untuk menyingsingkan baju dan menatap masa depan dengan keadaan yang lebih baik dan dengan persiapan yang lebih matang. “Jadilah santri yang siap untuk menjadi apa pun saja. Jadi pemimpin upacara siap, memimpin tahlil siap, imam shalat siap, jadi pemimpin di negeri ini juga siap,” pungkas Wabup Muqit. (*f3)

No Response

Leave a reply "Wabup Peringati Hari Santri Nasional di Ambulu"