Wabup : Sosialisasi Hukum Harus Menyentuh Masyarakat Pinggiran

Masih lemahnya pemahaman masyarakar terhadap hukum, diantara salah satu penyebabnya adalah, karena akses terhadap sumber-sumber hukum yang ada selama ini masih sangat terbatas. Itu utamanya untuk kalangan masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran.

Karena itu, dibutuhkan adanya kepedulian dari semua pihak, untuk lebih menggecarkan sosialisasi soal hukum, utamanya kepada masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran. “Dengan sosialisasi hukum yang dilaksanakan pada kesempatan ini, saya sangat berharap bukan hanya sosialisasi kepada peserta yang jumlahnya hanya 100 orang. Tetapi ini diharapkan menjadi entry point (pintu masuk), bagaimana teman-teman peserta bisa meneruskan sosialisasi ini, terutama pada masyarakat yang berada di daerah pinggiran,” harap Wakil Bupati Jember, Drs KH.Muqit Arief, dalam acara Sosialisasi Produk Hukum Daerah di Gedung Graha Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Rabu (15/11/2017).

Pemberian pemahaman soal hukum kepada masyarakat secara umum, lanjut wabup, sangat diperlukan dan dibutukan oleh masyarakat. Mengingat, masyarakat, utamanya yang tinggal di pinggiran, sangat membutuhkan.

Sebab, akibat dari ketidaktahuan terhadap hukum, masyarakat menjadi ladang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. “Memang yang kita rasakan, akses terhadap sumber-sumber hukum sangat terbatas, apalagi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran,” ungkap wabup.

Berkaitan dengan masih lemahnya pengetahuan dan pemahaman hukum dalam kehidupan masyarakat, lanjut wabup, bisa diIihat dari kejadian yang dialami masyarakat sendiri. Dicontohkan, ketika seorang pengendara moror yang melintas di jalanan tidak menggunakan helm, orang tersebut tidak bisa mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu kalau ada peraturan yang mengharuskan pengendara motor wajib menggunakan helm.

Contoh lain masih belum memadainya pengetahuan masyarakat terhadap hukum, bisa dilihat dari pengamalan seseorang ketika anaknya bermasalah dengan hukum. Disampaikan wabup, suatu ketika tetangganya datang ke rumahnya.

Orang itu bercerita tentang anaknya yang ditahan Polda Jatim, karena terlibat dalam pencurian benda peninggalan sejarah. Kepada wabup, orang ini bercerita, bahwa kesalahan anaknya tidak berat, karena bukan terdakwa, tapi hanya pelaku. “Ini mengindikasikan, bahwa masyarakat kita belum sepenunya memahami soal hukum,” kenang wabup, dalam sambutannya pada acara Sosialiasasi Produk Hukum Daerah.

Untuk diketahui, Sosialiasasi Produk Hukum Daerah yang digagas Bagian Hukum Pemkab Jember ini, menyosialisasikan Peraturan Bupati No 65 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Gratis di Kabupaten Jember, juga Peraturan Daerah Kabupaten Jember No 5 Tahun 2016 tentang Pelestarian Cagar Budaya. (Mutia, *f2, Indra GM).

No Response

Comments are closed.