Wujudkan Janji Kerja, Bupati Segera Revitalisasi Pasar Tradisional

 

Ada sebanyak 30 pasar tradisional yang tersebar di setiap kecamatan dengan 1 pasar induk terletak di pusat kota Jember, menurut Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., akan direvitalisasi. Perbaikan dan penataan kembali pasar tradisional ini sesuai dengan 22 Janji Kerja yang dicanangkan Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., dan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief.

Penataan dan perbaikan kembali pasar tradisional ini, akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2017 ini, ada 5 pasar yang akan direvitalisasi, tiga diantaranya sudah siap, para pedagangnya juga sudah dikumpulkan di pendopo.

“Ini merupakan pembangunan penting di Kabupaten Jember. Tidak bisa kita mengimbangi perubahan jaman jika yang dibangun hanya fisiknya. Telah diberitahukan kepada para pedagang standarnya seperti apa (standar nasional Indonesia), pasar rakyat itu seperti apa,” jelas Bupati Faida, dalam acara Silaturrahmi Bupati Jember dengan Pedagang Pasar dalam rangka sosialisasi revitalisasi pasar se- Kabupaten Jember, Sabtu sore (4/11/2017), di aula Pendopo Wahya Wibawagrahan, Jember.

Menurut Bupati, untuk merevitalisasi pasar tidak cukup hanya fisiknya, tetapi juga manajemennya harus diperbaiki. Seperti contoh, tatakelola keuangan pasar, setelah dilaunching untuk 3 pasar yang dibangun, selanjutnya dibagi buku tabungan dengan cashback Rp. 50 ribu. Ini untuk mengawali e- retribusi, sehingga tidak lagi manual dan menjamin retribusinya tepat waktu dan transparan.

Untuk program 2018, anggaran dan perencanaan untuk revitalasi pasar telah disiapkan. Revitalisasi ini akan dituntaskan di seluruh Kabupaten Jember.

“Ini kita tuntaskan untuk seluruh pasar, jadi saya pikir DPRD tidak ada alasan untuk tidak menyetujui anggaran pasar ini. Karena pasar adalah kepentingan publik, kepentingan masyarakat, semua orang pasti perlu pasar, dan pasar kita kondisinya memprihatinkan,” tegasnya.

Untuk pedagang yang sudah memiliki Surat Ijin Menempati (SIM), pembuatan warung atau kiosnya tidak dikenakan biaya atau gratis. “Sudah saatnya pasar Jember ada perubahan,” ucap Bupati Faida.

Dijelaskan, bahwa pembangunan dan penataan kembali pasar, sesuai tipe pasar tradisional, mengacu pada peraturan Menteri Perdagangan nomor 37 tahun 2017. Pembangunan dan penataan kembali pasar tradisional, untuk tahun tahun 2017 akan dilakukan pada tiga pasar, yaitu Pasar Umbulsari, pasar tipe D dengan minimal pedagang sebanyak 100 orang, Pasar Mangli, pasar tipe C, dengan minimal pedagang sebanyak 200 orang, Pasar Patrang, pasar tipe D, dengan minimal pedagang sebanyak 100 orang.

Kepala Cabang BTN Jember Holiosri, yang juga hadir pada acara itu, dalam sambutannya, menyampaikan terimakasihnya kepada Bupati Faida, karena telah diberi kesempatan ikut membantu masyarakat Jember. Dan kepada para pedagang Holiosri meminta, agar dengan e-retribusi sudah mulai bertransaksi keuangannya dengan menggunakan banking.

Kartu retribusi ini akan mudah digunakan oleh pedagang dalam pengaturan keuangannya. Keamanannya lebih terjamin, meminimalisir kartu dicuri atau tertelan mesin, karena hanya akan muncul data sang pemilik, jika ditemukan orang.

Kartu retribusi ini tidak dapat digunakan di mesin ATM manapun, sehingga tidak bisa melakukan transaksi seperti cek saldo dan sebagainya. Demikian juga untuk menabung, hanya bisa dilakukan oleh petugas dan outlet bank BTN yang ditunjuk.

“Transaksi hanya di petugas dan mesin retribusi yang ditunjuk. Menjaga dan menyimpan kartu dengan aman,” tambahnya. (Izza/Indra GM)

 

No Response

Comments are closed.